DPRD Kalteng

Kondisi Kesehatan Siswa Ikut Menentukan Kualitas Belajar

yd
Kondisi Kesehatan Siswa Ikut Menentukan Kualitas Belajar
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh

Hai Kalteng - Palangka Raya - Prestasi belajar tidak semata-mata ditentukan kemampuan akademik. Kondisi kesehatan siswa juga menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari proses pendidikan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan sekolah dinilai perlu menjangkau lebih banyak daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk kawasan yang selama ini sulit mendapatkan akses layanan.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan sekolah memiliki posisi strategis untuk membantu memastikan kondisi kesehatan anak terpantau. Melalui pemeriksaan berkala, berbagai keluhan maupun gangguan kesehatan pada siswa dapat diketahui sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih berat.

(Baca Juga : NasDem Soroti Transfer Pusat hingga Kesiapan Hadapi Karhutla dalam Perubahan APBD)

Menurutnya, perluasan program menjadi penting mengingat karakteristik wilayah Kalteng yang luas. Pelajar di daerah terpencil harus mendapat perhatian yang setara sehingga program kesehatan sekolah tidak hanya dirasakan oleh siswa di wilayah perkotaan.

“Kalau pelayanan bisa masuk sampai ke sekolah-sekolah yang jauh dari kota, manfaat programnya akan dirasakan lebih banyak anak. Ini yang harus terus didorong,” katanya.

Faridawaty menyebut pemeriksaan sederhana dapat menjadi pintu awal untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa. Ketika gangguan ditemukan lebih cepat, tindak lanjut dapat dilakukan sedini mungkin sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar anak.

Ia pun mendorong agar jenis pemeriksaan dibuat lebih menyeluruh. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga mencakup kesehatan mata dan gigi yang kerap berkaitan dengan kenyamanan siswa saat mengikuti pembelajaran.

Di sisi lain, pembiasaan hidup sehat menurutnya perlu menjadi bagian dari kegiatan di sekolah. Anak-anak perlu mendapat pengetahuan mengenai kebersihan diri dan lingkungan serta pola hidup yang mendukung kesehatan.

“Anak yang sehat memiliki ruang lebih besar untuk belajar dan berkembang secara optimal. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan siswa pada dasarnya juga merupakan investasi untuk kualitas pendidikan dan masa depan daerah,” tandasnya.